Polling

Menurut anda Tampilan Web site ini Bagaimana ?


Hasil

Statistik Pengunjung


Pengunjung Hari ini : 47
Pengunjung Bulan ini : 92
Total Pengunjung : 674

PROFIL DESA


GAMBARAN UMUM NAGARI BATU TABA
1.1 Sejarah Nagari Batu Taba Masing-masing nagari mempunyai sejarah dan ke unikan sendiri-sendiri,baik mengenai asal usul nagari,perkembangan adat,kebudayaan dan kesenian yang erat kaitannya dengan tradisi nenek moyang kita semenjak dahulu kala. Sampai sekarang ini keunikan itu masih mendarah daging dan menjadi panutan masyarakat.
Dongeng dan legendanya masih tetap tinggal pada masyarakat secara turun temurun dan masih ada peninggalan sejarah di setiap nagari tsb. Sesuai dengan logika penyebaran penduduk Minangkabau sebagaimana yang di gambarkan oleh ahli adat Dee Rooy,bahwa pemukiman tahap pertama yang terbentuk adalah di puncak bukit atau di lereng-lereng gunung.Bentuk rumah masih sangat sederhana,mata pencaharian masih berburu,meramu,berladang dan bersawah.
Pada sat itu persukuan utuh belum bisa di bentuk.Tempat tinggal mereka masih dalam dangau-dangau,yaitu bangunan sederhana berkaki empat.Perkampungan semacam inilah yang akhirnya disebut dengan Banjar atau Kabul yaitu kampung yang terdiri dari satu suku asal. Dengan munculnya atau bergabungnya pendatang-pendatang baru di tempat pemukiman semula,maka mereka mulai hidup bertetangga dalam jumlah yang lebih banyak dan dengan suku yang bertambah pula,tetapi tempat tinggal masih di lereng-lereng bukit.
Perkampungan tahap kedua ini disebut dengan Taratak, yaitu kampung tempat tinggal mereka biasa disebut dusun.
Penduduk asli Nagari Batu Taba,dahulunya berasal dari Padang Luar yaitu suatu daerah yang berada di kaki bukit Batu Basi yang nama tarataknya (dusunnya) bernama Tandau.Mata pencaharian masyarakat di Tandau tsb adalah dengan bercocok tanam di sawah sambil berladang di kaki bukit.Namun daerah tsb adalah daerah yang gersang dan kering sehingga sangat susah air nya sehingga sulit di jangkau oleh irigasi.Oleh sebab itu masyarakat turun kesawah apabila sudah datang musim hujan.Sawah-sawah mereka adalah sawah-sawah tadah hujan.
Di pinggir-pinggir kaki bukit Batu Basi banyak di tumbuhi oleh rumpun-rumpun batang batuang (bambu) yang besar-besar denagn bambunya yang sangat Taba (tebal,sehingga daerah tsb (Tandau) di sebut juga dengan daerah Batuang Taba Pada saat itu Nagari Batu Taba sekarang ini masih merupakan bahagian dari Danau Singkarak yang di lingkari oleh lingkungan bukit tsb.
Bukit yang melingkari Danau Singkarak tersebut di salah satu bagiannya ada yang agak rendah atau tipis,sehingga air danau bisa mengalir melalui bukit tersebut. Bukit yang tipis tersebut bertambah tipis diakibatkan karena aliran Batang Air Bangkaweh yang terletak di antara daerah Jorong Baduih di Simawang dengan Balai Gadang yang sekarang terkenal dengan sebutan Batang Ombilin.
Lantaran dengan keluarnya aliran air dari Danau Singkarak yang makin lama makin besar sehingga membuat runtuh nya bukit tempat air mengalir tersebut sehingga terjadilah penyusutan air yang sangat drastis.Dan lama kelamaan,karena air danu sudah semakin susut dan daratan semakin luas,timbullah pemikiran dan keinginan dari masyarakat Tandau atau Batuang Taba untuk berpindah karena sulitnya kehidupan disebabkan daerah yang mereka tempati adalah daerah yang sangat ke keringan dan sangat susah untuk bertani.
Sehingga timbullah keinginan untuk berpindah untuk mencari daerah baru yang subur serta cocok untuk bertani supaya dapat mengubah kehidupan mereka lebih makmur tanpa takut kekurangan makanan.
Bersambung